Minggu, 22 Desember 2019

Senja

Kamu itu seperti hujan
yang merahimkan makna sunyi yang tak kan pernah mampu kupuisikan dengan aksaraku

Bahkan sampai saat ini aku masih menyimpan senyum mu di kepalaku, dan ingatan tentang jemari dan segelas kopi pun masih jelas terekam

Setelahnya, aku memasuki belantara khayal dimana senyum mu tak lagi menjadi asing dan suara-suara tentangmu semakin rimbun

Mungkin masih ada jejak kata yang tak selesai, ketika aku kamu jatuh ke dalam sungai-sungai rindu karena sampai saat ini aku terus saja masih menggigil

1 komentar: